Konsep dasar Bidang Ilmu K3

23.52

Ilmu K3 merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana mencegah timbulnya kerugian melalui pengendalian risiko. Kerugian yang dimaksud termasuk didalamnya adalah pekerja mengalami cedera (injury, fatality)  dan sakit (Illness, morbidity) dan rusaknya property (damage to property).

Pengelolaan risiko dilakukan dengan menerapkan program intervensi terhadap isu K3. Namun untuk melakukan pengelolaan risiko terkait K3, ada baiknya kita memahami dulu konsep-konsep dalam K3 itu sendiri.
 
Secara sederhana K3 dapat dikelompokkan menjadi 4 isu yang lebih spesifik, yaitu :
  1. Safety (keselamatan) : Konsep safety adalah mencegah kecelakaan. dalam konteks ini, kecelakaan adalah suatu kejadian yang sifatnya akut (langsung dirasakan) seperti cedera, kematian dan rusaknya property setelah insiden terjadi. Pengelolaan risiko dalam isu safety bisa dilakukan dengan menggunakan HIRA
  2. Health (kesehatan) : Konsep health adalah mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja. Isu health diselesaikan bisa melalui pendekatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitative. Analisis risiko bisa dilakukan menggunakan Health RIsk Assessment (HRA)
  3. Industrial Hygiene (Higiene industri) : Konsep Industrial hygiene membahas bagaimana membatasi paparan hazard yang diterima pekerja di tempat kerja. Pekerja yang terpapar hazard dalam waktu lama berpotensi mengalami sakit atau yang biasa disebut Penyakit Akibat Kerja. Risiko yang dirasakan dalam konteks hygiene sifatnya kronis. Pengelolaan risiko bisa dilakukan dengan menggunakan HRA melalui pendekatan antisipasi, rekognisi, evaluasi dan pengendalian 
  4. Ergonomi : Konsep ergonomic adalah meningkatkan performance (kinerja) pekerja. Konsep ergonomic dapat diterapkan dengan membuat desain kerja yang sesuai dengan kapasitas dan limitasi manusia.
Pada penerapannya, isu spesifik K3 ini sangat mungkin untuk beririsan. Isu health bisa jadi beririsan dengan isu safety. sebagai contoh, kondisi seorang driver yang sedang mengemudi dengan kondisi tubuh tidak fit memiliki potensi yang lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan karena menurunnya tingkat konsentrasi. Contoh tersebut menggambarkan bahwa pengendalian risiko terkait K3 haruslah menyeluruh (komprehensif) sehingga risiko dapat dikendalikan secara optimal. 
 
 


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images